Sejarah

SEJARAH SINGKAT YAYASAN


Yayasan Maulana Hasanuddin kota Cilegon merupakan suatu lembaga yang bergerak pada bidang Sosial pendidikan, sejak kelahirannya pada tanggal 02 Mei 1994 dengan akte Notaris  Ny.Soetji Mardiati Solihin, SH No.1, hingga kini Yayasan Maulana Hasanuddin tetap komitmen menjalankan misinya yaitu mencetak generasi yang mampu mandiri ditengah himpitan dunia modern.


Berangkat dari rasa keprihatinan yang melahirkan komitmen untuk peduli terhadap masalah-masalah sosial dimulailah kegiatan penyantunan sekaligus pendidikan kepada anak-anak yatim piatu dan tak mampu disebuah rumah tua di Jalan Haji Umar No.175-A Temu Putih Ciwaduk Cilegon milik salah seorang warga asli kampung Temu Putih, yang hingga kini masih kontrak untuk kami tempati, di gedung inilah pusat kegiatan kami dengan segala keterbatasannya, disini kami melaksanakan kegiatan pemberantasan buta huruf baik latin maupun hijaiya (Al-Qur’an) yang sebagian besar dialami anak didik kami, penanaman nilai-nilai agama yang merupakan landasan utama juga tidak lupa kami lakukan, dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat melatih menggali potensi diri mereka seperti kegiatan pelatihan bebagai macam keterampilan.


Kini Yayasan Maulana Hasanuddin Kota Cilegon yang lebih menekankan masalah Pendidikan telah menyelamatkan Ribuan anak bangsa putus sekolah yang berasal dari penjuru seantaro negeri ini diantaranya yang pernah kami asuh adalah dari NTB, NTT, SULSEL, Riau, Bangka Blitung, Palembang, Padang, Lampung, Pulau Jawa dan Madura hingga daerah Cilegon sendiri sampai akhir tahun 2008.


Kini sudah dapat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat khususnya masyarakat sekitar asrama karena menjadi prioritas, kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada bantuan sosial Pendidikan menjadi sebuah momen yang dinantikan, kegiatan bantuan sembako yang dilaksanakan setiap tahun seakan menjadi kewajiban yang harus kami laksanakan, selain itu bantuan bulanan kepada keluarga miskin dan binaan juga sangat diharapkan oleh mereka yang saat ini memang sangat memprihatinkan, keterbatasan ekonomi yang kerap dirasakan yang hingga kini seakan tidak ingin lepas dalam kehidupan keseharian mereka.

Salam


Mohammad Suswaidi, MM
Ketua

Gerakan Wakaf
Photo
Video